Untukmu
Monday, May 14th, 2007saya baru saja pulang dari kosan seorang kawan baik. Rencananya sebentar saja disana, tapi hitung-hitung dua jam sudah. Beliau punya masalah dan diri ini coba membantu sebisanya. Saya sempatkan mendengar keluhnya, menerbitkan sedikit asa di dada.
Sulit juga masalah dia. Ketika keluar dari pintu kosannya tiba-tiba terlontar bait-bait kalimat. Saya memutuskan menulis sedikit puisi.
Untukmu
desah gelisah
gamang meradang
selangkah pun berat terasa, sesak di dada
sayang rasa tak bisa didamaikan
meski harus diseret kaki rela saja
tanpa kaki pun diriku arang menyerah–
untukmu
Jatinangor, 15 Mei 2007
buat kawan saya, si pekerja keras yang sedang gamang…